Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Kabupaten Kepulauan Yapen, yang terletak di Provinsi Papua, merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan prevalensi malaria yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan kejadian malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat setempat dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan dan kejadian malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang malaria dengan kejadian penyakit tersebut (p < 0,05). Masyarakat yang memiliki pengetahuan yang baik tentang malaria cenderung lebih aktif dalam melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kelambu, membersihkan lingkungan, dan mengakses pelayanan kesehatan ketika mengalami gejala malaria. Sebaliknya, masyarakat dengan pengetahuan yang kurang tentang malaria lebih rentan terhadap infeksi karena kurangnya tindakan pencegahan yang dilakukan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang malaria dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini di Kabupaten Kepulauan Yapen. Oleh karena itu, intervensi pendidikan kesehatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang malaria sangat diperlukan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan dan program yang efektif untuk menurunkan angka kejadian malaria di wilayah ini..
Copyrights © 2024