Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Filariasis Bancrofti Epidemiology Post Mass Drug Administration in Waris District Keerom Regency Province of Papua Korinus Suweni; Soeyoko Soeyoko; Sri Sumarni
Tropical Medicine Journal Vol 3, No 1 (2013): Tropical Medicine Journal
Publisher : Pusat Kedokteran Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.532 KB) | DOI: 10.22146/tmj.5841

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Filariasis remains to be world’s health problems including Indonesia. Based on survey conducted in 2009, the occurrence cases in Indonesia reached 11.914 chronic cases. Further, there were 59 chronic cases in Keerom Regency in 2005. The number of chronic filariasis cases in Waris District reached 25 cases, with 12 people were having positive microfilaria bancrofti.Objectives: The aim of study to find out epidemiology of filariasis bancrofti after collective treatment in  Waris District, Keerom Regency, Papua.Methods: This study used descriptive research with cross sectional design. Data are collected by finger blood survey, survey of acute morbidity rate, survey of chronic morbidity rate, microfilaria periodicity survey, and L3 examination on mosquitoes.Result : Survey finger blood taken from 517 samples show 32 positive microfilariae, and filariasis prevalence of 6.19%. There are 13 patients (2.15%) having acute symptoms of filariasis, and 24 patients (4.64%) have symptoms of chronic filariasis. From the examination and dissection of 358 mosquitoes, there are nolarvae stage 3 (L3). From 7 people having microfilaremia, there is periodic nocturnal of 71.43%  and subperiodic nocturnal of 28.57%.Conclusion: The prevalence of filariasis was 6.19%. There were 13 people having acute morbidity (2.51%), and there were 24 chronic morbidity (4.64%). There was no L3 found from dissected 358 mosquitoes. Periodicity of microfilariae in Waris District is periodic nocturnal which reach 71.43% and nocturnal subperiodik is28.57%.Keywords: Epidemiology, Filariasis, Finger Blood Survey
Pengaruh Empowerment Community Dalam Upaya Mencegah Pernikahan Dini Pada Remaja Arisjulyanto, Dedy; Suweni, Korinus
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 4 (2023): September
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v1i4.41

Abstract

Pernikahan dini telah menjadi fenomena nasional di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam konteks budaya dan praktik pernikahan itu sendiri. Fenomena ini menjangkau berbagai etnis, agama dan budaya yang menegaskan urgensi untuk memberikan perhatian serius pada permasalahan sebagai dampak dari pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuan pengaruh empowerment community terhadap pencegahan pernikahan dini pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur Review. Tahapan pertama dengan mencari literatur terkait peer education dan Community Empowerment melalaui data base jurnal nasional maupun internasional berdasarkan kata kunci community empowerment, peer education, remaja, pernikahan dini yang menggunakan Google Schoolar, Scopus, Science Direct, PubMed dan Elsevier. Setelah terkumpul semua litertatur yang ada dilakukan analisis dan telaah guna mendapatkan intisari dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa ada pengaruh empowerment community terhadap pencegahan pernikahan dini remaja di Indonesia. , perubahan pengetahuan dan perilaku remaja dalam mencegah terjadinya pernikahan dini karena remaja dilibatkan langsung sebagai agent perubahan yang memberikan edukasi langsung terhadap teman sebayanya, sehingga penyampaian pesan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku seksual pranikah dapat diterima oleh remaja
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Malaria Di Kabupaten Kepulauan Yapen Arisjulyanto, Dedy; Suweni, Korinus
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i1.51

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Kabupaten Kepulauan Yapen, yang terletak di Provinsi Papua, merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan prevalensi malaria yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan kejadian malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat setempat dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan dan kejadian malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang malaria dengan kejadian penyakit tersebut (p < 0,05). Masyarakat yang memiliki pengetahuan yang baik tentang malaria cenderung lebih aktif dalam melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kelambu, membersihkan lingkungan, dan mengakses pelayanan kesehatan ketika mengalami gejala malaria. Sebaliknya, masyarakat dengan pengetahuan yang kurang tentang malaria lebih rentan terhadap infeksi karena kurangnya tindakan pencegahan yang dilakukan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang malaria dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini di Kabupaten Kepulauan Yapen. Oleh karena itu, intervensi pendidikan kesehatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang malaria sangat diperlukan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan dan program yang efektif untuk menurunkan angka kejadian malaria di wilayah ini..
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Pendidikan Kesehatan dalam Rangka Pencegahan Hipertensi di GMAHK Jemaat KolaYenuk Jl. Raya Abepura – Arso Km IX Koya Kosso-Jayapura_Papua Kristina, Yunita; B.B, Fransisca; Suweni, Korinus; Sinaga, Eva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12324

Abstract

ABSTRAK Kasus Hipertensi di Papua menduduki posisi terendah dari 33 provinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah 11.893 kasus (Rikesdas Provinsi Papua, 2018). Hasil observasi di GMAHK JEMAAT KOLAYINUK masyarakat suka mengkonsumsi makanan berlemak seperti olahan daging merah, dan masyarakat kurang berolahraga. Ada10 orang ketika diwawancarai mengatakan mengalami hipertensi. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di masyarakat. Eksperimen, pendekatan Pre- experimental design dengan One group pretest- posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pre test masyarakat memiliki Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 72,9 %. Post test masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dengan variable akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di Masyarakat. Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hypertensi Di GMAHK sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat merawat keluarga Hypertensi dan dapat melakukan pencegahan Hypertensi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Penecegahan Hypertensi, Koya Kosso  ABSTRACT Hypertension cases in Papua occupy the lowest position of the 33 provinces in Indonesia with a total of 11,893 cases (Rikesdas Papua Province, 2018). The results of observations at GMAHK KOLAYINUK CONGREGATION, people like to consume fatty foods such as processed red meat, and people do not exercise enough. There were 10 people when interviewed who said they had hypertension. Increase knowledge about preventing hypertension in the community. Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. In the pre-test, the majority of people had less knowledge, as much as 72.9%. Post test, the community has 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, shows that there is a significant difference between the initial variable and the final variable, meaning that the pretest and posttest show a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about preventing hypertension in the community. Health Education in the Context of Preventing Hypertension at GMAHK is really needed by the community to help them be able to care for their families with Hypertension and be able to prevent Hypertension. Keywords: Knowledge, Health Education, Hypertension Prevention, Koya Kosso
Edukasi pencegahan dan penanganan stunting di warga gereja masehi hari advent jemaat Kolayinuk Koya Koso Papua Kristina, Yunita; Suweni, Korinus; Purba, Ellen R.V.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27371

Abstract

AbstrakWilayah Gereja Masehi Hari Advent (GMAHK) Jemaat Kolayinuk Koya Koso berada di kawasan yang rawan malaria akibat tingginya kepadatan nyamuk, dengan mayoritas warga jemaat bekerja sebagai petani dan memiliki tingkat pendidikan rendah. Malaria yang berulang sering dialami oleh orang dewasa, ibu hamil, anak-anak, dan balita, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting di wilayah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan stunting bagi warga jemaat dan sekitar wilayah GMAHK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi partisipatif. Metode yang digunakan berupa workshop offline dengan melibatkan 100 peserta, termasuk remaja, ibu hamil, dan tokoh agama. Kegiatan berdurasi 120 menit ini mencakup edukasi mengenali, mencegah, dan mengatasi stunting dengan media seperti video, leaflet, dan presentasi. Selain itu, dilakukan pengukuran status gizi bayi dan anak-anak melalui penimbangan berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA), serta pelatihan penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) terbaru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 72,9% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 27,1% memiliki pengetahuan baik. Setelah edukasi, seluruh responden (100%) mencapai kategori pengetahuan baik, dengan peningkatan signifikan. Uji statistik menggunakan SPSS menunjukkan pengaruh signifikan antara pre-test dan post-test (p-value 0,000), yang membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Edukasi Masyarakat Dalam Upaya Bersama Kenali, Cegah Dan Atasi Stunting Di Warga Binaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Koso sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat mengenali, mencegah Dan mengatasi Stunting. Kata kunci: pengetahuan; pendidikan kesehatan; stunting; Koya Kosso AbstractThe region of the Seventh-day Adventist Church (GMAHK) Jemaat Kolayinuk Koya Koso is a malaria-prone area due to the high density of mosquitoes, with the majority of congregation members working as farmers and having low levels of education. Recurrent malaria frequently affects adults, pregnant women, children, and infants, increasing the risk of stunting in this area. Therefore, community education is necessary to enhance understanding of stunting prevention and management among the congregation and the surrounding community of GMAHK. This community service activity aimed to improve residents' understanding of stunting prevention and management through participatory education. The method involved an offline workshop with 100 participants, including teenagers, pregnant women, and religious leaders. The 120-minute workshop covered education on identifying, preventing, and managing stunting using media such as videos, leaflets, and presentations. Additionally, nutritional status measurements of infants and children were conducted, including weight measurements, head circumference, upper arm circumference (LILA), and training on using the latest version of the Kartu Menuju Sehat (KMS). The results showed that 72.9% of respondents had poor knowledge before education, and only 27.1% had good knowledge. After the educational intervention, all respondents (100%) achieved good knowledge, indicating a significant improvement. Statistical analysis using SPSS revealed a significant influence between the pre-test and post-test (p-value 0.000), proving that health education effectively improved community knowledge about stunting. Community education initiatives to jointly recognize, prevent, and address stunting among the Seventh-day Adventist Church Kolayinuk Koya Koso congregation are essential to help them independently identify, prevent, and manage stunting. Keywords: knowledge; health education; stunting; Koya Kosso
Pendampingan Kader dalam Melaksanakan Program Home Visit Bagi Keluarga dengan Malaria Sulistiyani, Sulistiyani; Purwanti, Rina; Wardani, Afika Herma; Suweni, Korinus
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4605

Abstract

Program eliminasi malaria memerlukan strategi holistik yang melibatkan partisipasi Masyarakat melalui pendampingan kader sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.  pemahaman masyarakat tentang gejala malaria yang masih kurang, menunjukkan urgensi pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkuat peran kader malaria melalui pendampingan home visit sebagai langkah nyata dalam mendukung program eliminasi malaria. Metode pengabmas ini melibatkan wawancara mendalam dengan masyarakat di daerah endemis malaria, pelatihan kader, pendampingan home visit, simulasi peningkatan skil skrinning dan pengukuran tekanan darah. Hasilnya berfokus untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melaksanakan peran pendampingan pasien dan keluarga dengan malaria. Selain itu, masih tingginya tingkat ketidakpahaman mengenai gejala malaria menjadikan kader memiliki peranan penting dalam memperkuat kebutuhan akan intervensi berbasis komunitas. Pendampingan dilakukan dengan meningkatkan pelatihan kader, mengembangkan materi pendidikan yang relevan, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan komunikasi. Pendekatan ini menghasilkan pemahaman masyarakat yang meningkat, dengan kader menjadi penyuluh yang efektif. Pembahasan hasil pengabmas menunjukkan bahwa program pendampingan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan Pencegahan malaria di tingkat rumah tangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya terus memperkuat peran kader sebagai jembatan antara pelayanan kesehatan dan masyarakat. Saran untuk pengembangan lebih lanjut antara lain intensifikasi program pelatihan kader, pemanfaatan teknologi yang lebih maju, dan peningkatan kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Dengan demikian, diharapkan program Pendampingan kader dalam melakukan kunjungan ke rumah dapat menjadi model yang efektif dalam mendukung upaya pemberantasan malaria dan peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan
Upaya Peningkatan Lansia Sehat dan Sejahtera Di Panti Werdha Tat Twam Asi Jayapura: Indonesia Purba, Elen; Apay, Frengky; Swastika, I Ketut; Felle, Zeth Roberth; Rumaseb, Ester; Manangsang, Frans; Suriyani, Suriyani; Gentidatu, Sofietje; Suweni, Korinus; Sulistyani, Sulistyani; Mebri, Elisabeth; Rophi, Kristiyani Herda; Muspitha, Fitri Diah; Mandowen, Rospuana; Marjuanah, Marjuanah; Pongtiku, Sri Rejeki L.
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.171

Abstract

Periode lansia sangat rentan terhadap penyakit degeneratif dan penurunan kualitas hidup yang ditandai dengan menurunnnya kemampuan untuk melakukan aktifitas secara mandiri. Pemenuhan nutrisi dan edukasi hidup sehat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga tercapainnya lansia sehat dan sejahtera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui penyuluhan hidup bersih dan sehat, pemeriksaaan kesehatan dan pemberian makanan tambahan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode edukasi tentang penyakit yang beresiko menyerang lansia, obat herbal, dan penanganan dini pada penyakit diabetes, asam urat, dan kolesterol. Kegiatan diikuti oleh 34 lansia, 78 mahasiswa dan 15 tenaga pengajar sebagai narasumber dan praktisi kesehatan di Panti Tresna Werdha Tat Twam Asi Pos 7 Sentani Jayapura. Hasil yang di capai pada kegiatan ini barupa peningkatan pemahaman lanasia melalui sesi tanya jawab dan terpenuhinnya nutrisi yang di butuhkan lansia melalui pemberian makanan tambahan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lansia melalui hidup sehat dan bahagia.
Progressive Muscle Relaxation Therapy as an Alternative for Managing Stress During the COVID-19 Pandemic in Yapen Islands Regency Yohanis F. Tipawael; Korinus Suweni; Ardhanari Hendra
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 1 No. 1 (2021): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v1i1.103

Abstract

COVID-19 was first detected in Wuhan, Hubei Province, China. The virus spread rapidly, prompting the World Health Organization (WHO) to classify COVID-19 as a global pandemic. In Indonesia, the virus spread at a fast pace. According to WHO data, there have been 6,535,354 COVID-19 cases globally, with 387,155 deaths. A total of 216 countries, including Indonesia, have been affected by this virus. In Indonesia, there have been 29,521 confirmed cases with 1,770 deaths, while in West Nusa Tenggara (NTB), 798 cases and 22 deaths have been reported. The high number of cases has placed significant stress on the public, both mentally and physically, due to the pressures brought on by the pandemic. This study employed a Quasi-Experimental design with a sample size of 50 respondents, selected using the purposive sampling technique. The study aimed to assess the impact of progressive muscle relaxation techniques on reducing stress levels in the community of Kepulauan Yapen Regency. Based on statistical tests, the average stress score before the intervention was 16.80, which decreased to 11.58 after the intervention with progressive muscle relaxation techniques. There was an average reduction of 5.16 in stress scores, with a p-value of 0.000 <α= 0.05. Conclusion: This study concluded that progressive muscle relaxation therapy has a significant effect on reducing stress levels in the community during the COVID-19 pandemic in Kepulauan Yapen Regency.
Progressive Muscle Relaxation Therapy as an Alternative for Managing Stress During the COVID-19 Pandemic in Yapen Islands Regency Yohanis F. Tipawael; Korinus Suweni; Ardhanari Hendra
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 1 No. 1 (2021): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v1i1.103

Abstract

COVID-19 was first detected in Wuhan, Hubei Province, China. The virus spread rapidly, prompting the World Health Organization (WHO) to classify COVID-19 as a global pandemic. In Indonesia, the virus spread at a fast pace. According to WHO data, there have been 6,535,354 COVID-19 cases globally, with 387,155 deaths. A total of 216 countries, including Indonesia, have been affected by this virus. In Indonesia, there have been 29,521 confirmed cases with 1,770 deaths, while in West Nusa Tenggara (NTB), 798 cases and 22 deaths have been reported. The high number of cases has placed significant stress on the public, both mentally and physically, due to the pressures brought on by the pandemic. This study employed a Quasi-Experimental design with a sample size of 50 respondents, selected using the purposive sampling technique. The study aimed to assess the impact of progressive muscle relaxation techniques on reducing stress levels in the community of Kepulauan Yapen Regency. Based on statistical tests, the average stress score before the intervention was 16.80, which decreased to 11.58 after the intervention with progressive muscle relaxation techniques. There was an average reduction of 5.16 in stress scores, with a p-value of 0.000 <α= 0.05. Conclusion: This study concluded that progressive muscle relaxation therapy has a significant effect on reducing stress levels in the community during the COVID-19 pandemic in Kepulauan Yapen Regency.
KAJIAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MINUM OBAT MALARIA MASSAL DI KABUPATEN KEEROM: STUDY OF KNOWLEDGE AND BEHAVIOR IN MASS MALARIA MEDICATION ADMINISTRATION IN KEEROM DISTRICT Sasarari , Zusana A; Kristina, Yunita; Mambrasar, Gloria A; Suweni, Korinus
GEMA KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v16i2.460

Abstract

Minum obat malaria massal adalah program pemberian obat antimalaria secara massal menurunkan penyakit malaria dan menurunkan kematian akibat malaria. Target cakupan program minum obat massal di kampung Puskesmas Arso VIII Desa Dukwia yaitu >80%. Tahun 2022 terjadi peningkatan malaria  637 kasus. Puskesmas Dukwia telah melakukan inum obat malaria massal, masyarakat mengatakan kurang mengetahui program minum obat massal dan hanya ikut saja. Dampak yang terjadi bila minum obat malaria massal tidak dilakukan adalah dapat menimbulkan plasmodium kebal terhadap obat anti malaria, sehingga jika sakit malaria lagi pengobatannya lebih susah disembuhkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengetahuan dan perilaku minum obat malaria massal. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional pada 270 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan Simple Random Sampling. Uji Spearman digunakan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan perilaku minum obat malaria massal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berumur 20-59 tahun, berjenis kelamin laki-laki, memiliki pendidikan SMA, bekerja, dan memiliki penghasilan kurang (<3.000.000). Sebagian besar memiliki pengetahuan baik (53,7%) dan perilaku kurang baik (53,7%). Uji Spearman rank didapatkan nilai p=0,314 artinya tidak terdapat hubungan yang sigifikan antara pengetahuan dengan perilaku minum obat malaria massal dan nilai r sebesar -0,602 artinya semakin tinggi pengetahuan responden maka cenderung memiliki perilaku minum obat malaria massal yang kurang baik. Oleh karena itu,  perlu dilakukan Upaya peningkatkan pengetahuan dengan membaca dan mengikuti promosi kesehatan yang dilakukan petugas kesehatan, memodifikasi perilaku pasien agar mereka lebih patuh dalam menjalani pengobatan, dan memotivasi pasien untuk menyelesaikan pengobatan sesuai dosis dan waktu yang telah ditetapkan. Kata kunci: Minum Obat Malaria Massal, Pengetahuan, Perilaku     Mass drug administration for malaria is a program of mass administration of antimalarial drugs to reduce malaria disease and reduce deaths from malaria. The target coverage of the mass drug administration for malaria program in the Arso VIII Puskesmas village of Dukwia Village is >80%. In 2022, there was an increase in cases of malaria, 637. Puskesmas Dukwia has conducted mass drug administration for malaria; the community said they did not know about the mass drug consumption program and only participated. The impact that occurs when taking mass malaria medication is not carried out is that it can cause Plasmodium to be immune to antimalarial drugs so that if you get malaria again, the treatment is more difficult to cure. This study assesses the knowledge and behavior of taking mass malaria medication. This research design is cross-sectional on 270 respondents. The sampling technique used in this study was simple random sampling. Spearman test was used to determine the correlation between knowledge and behavior of mass drug administration for malaria. The results showed that most respondents were male, 20-59 years old, had a high school education, were employed, and had less income (<3.000,000). Most had good knowledge (53,7%) and poor behavior (53,7%). Spearman rank test obtained p-value=0.314, meaning that there is no significant relationship between knowledge and the behavior of taking mass malaria drugs, and an r-value of -0,602, meaning that the higher the knowledge of respondents, the less likely they have the behavior of taking mass malaria drugs. Therefore, it is necessary to increase understanding by reading and following health promotions conducted by health workers, modifying patient behavior to be more compliant in undergoing treatment and motivating patients to complete treatment according to the dose and time set. Keywords: Behavior, Knowledge, Mass Drug Administration for Malaria