Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024

Ekstrak Lidah Buaya Kalimantan sebagai Bahan Alternatif yang Aman untuk Disclosing Agent Terapi Gigi dan Mulut

Rahmawati, Ida (Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)
Aprianti, Aprianti (Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)
Said, Fahmi (Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)
Hammad, Hammad (Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)



Article Info

Publish Date
02 May 2024

Abstract

Dental and oral health problems are a complex problem and require innovation in the field of disclosing agents for dental plaque, including using herbal ingredients. This study aimed to determine the level of toxicity of Kalimantan aloe vera using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research was a descriptive study. The research stages included harvesting the material, wet sorting, cutting, washing, drying, extraction, and aloe vera gel formulation using mangosteen peel as a coloring agent. Next, a toxicity test was carried out using the BSLT method. The research results showed that the average LC50 (Lethal Concentration 50) value for Aloe vera was 2596.88 μg/mL. According to the literature, LC50 values above 1000 μg/mL are considered non-toxic or have a very low level of toxicity. With an average LC50 value of 2596.88 μg/mL, Aloe vera can be categorized as an ingredient that does not have significant toxic effects. This study concluded that aloe vera has a low level of toxicity based on the BSLT method, indicating its potential to be used safely in a variety of applications, although further research is still needed to ensure long-term safety and efficacy.Keywords: Aloe vera; brine shrimp lethality test; Lethal Concentration 50 ABSTRAK Gangguan kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan yang kompleks dan memerlukan inovasi di bidang disclosing agent untuk plak gigi, termasuk menggunakan bahan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas lidah buaya (Aloe vera) Kalimantan dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Tahapan penelitian meliputi pemanenan bahan, sortasi basah, pemotongan, pencucian, pengeringan, ekstraksi, dan formulasi gel lidah buaya dengan menggunakan kulit manggis sebagai zat pewarna. Selanjutnya dilakukan uji toksisitas dengan metode BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50 (Lethal Concentration 50) rata-rata lidah buaya adalah 2596,88 μg/mL. Menurut literatur, nilai LC50 di atas 1000 μg/mL dianggap tidak toksik atau memiliki tingkat toksisitas yang sangat rendah. Dengan nilai LC50 rata-rata sebesar 2596,88 μg/mL, Aloe vera dapat dikategorikan sebagai bahan yang tidak memiliki efek toksik yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lidah buaya memiliki tingkat toksisitas yang rendah berdasarkan metode BSLT, yang mengindikasikan potensinya untuk digunakan secara aman dalam berbagai aplikasi, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan kemanjuran dalam jangka panjang.Kata kunci: Aloe vera; brine shrimp lethality test; Lethal Concentration 50 

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

sf

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical ...