Dalam proses pembelajaran anak didik kurang dimotivasi untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas tampaknya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal materi pelajaran (ekspositori/direct instruction atau model pembelajaran tradisional). Proses pembelajaran akan efektif manakala guru mampu memanfaatkan metode dan media pembelajaran secara tepat. Itulah sebabnya proses pembelajaran adalah proses yang kompleks, yang harus diperhitungkan guru strategi pembelajaran dalam berbagai model, seperti model PAIKEM yang digalakkan untuk diimplementasikan dalam seluruh jenjang pendidikan. Bagaimana implementasi dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi PAIKEM oleh guru kepada siswa dalam proses pembelajaran umum dan PAI di SMP Babussalam Dua hal yang menjadi fokus penelitian ini. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data observasi, interview dan dokumentasi dengan menggunakan teknik validasi data, trianggulasi (isi dan metode). Hasil temuan penelitian mengindikasikan bahwa SMP Babussalam telah melaksanakan PAIKEM. Implementasi PAIKEM dalam proses pembelajaran umum telah dilaksanakan dengan baik di SMP tersebut, karena guru-gurunya sering diikutsertakan training PAIKEM, mendapat sertifikasi guru dan lima mata pelajaran umum (bahasa Indonesia, Matematika, IPA Fisika dan Biologi dan bahasa Inggris) diikutsertakan dalam ujian nasional untuk mencapai target kelulusan siswa (lulus 100 % 2020/2021), sedangkan materi PAI (al-Qur`an, Aqidah Akhlak, Fikih dipisah untuk perempuan dan laki-laki, dan SKI) belum melaksanakan PAIKEM dalam proses pembelajaran, karena guru-guru PAI belum mendapat sertifikasi dan belum mendapat kesempatan pelatihan tentang PAIKEM. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PAIKEM dalam proses pembelajaran di SMP Babussalam adalah faktor pendukung dan penghambat.
Copyrights © 2022