Demokrasi menjadi asas politik yang semakin banyak diadopsi oleh negara-negara. Hal ini berdampak pada perubahan kecenderungan negara dalam mendapatkan dan/atau menggunakan ancaman militer terhadap satu sama lain. Namun, ancaman lain berupa ancaman politik mulai hadir sebagai alternatif. Dengan membahas hakikat ancaman militer dan ancaman politik secara teoretis, beserta sejumlah contoh kasus, artikel ini berargumen bahwa demokrasi menurunkan potensi ancaman militer antarnegara, tetapi meningkatkan potensi ancaman politik dengan dampak yang sama, yakni pelucutan kedaulatan negara.
Copyrights © 2022