Klimakterium didefinisikan sebagai suatu fase di mana terjadi peralihan antara fase reproduktif ke fase non reproduktif. Fase ini akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun psikis. Salah satu masalah yang sering dialami adalah terjadinya peningkatan tekanan darah dimana hormon estrogen akan menurun secara signifikan. Hal ini dapat merusak sel endotel yang memicu plak di pembuluh darah dan memicu tekanan darah tinggi. Kondisi ini pun membuat hipertensi dapat menjadi ''Silent Killer'', karena gejala dari hipertensi kerap kali tidak disadari. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis korelasi usia perimenopuase dengan kejadian hipertensi pada wanita masa klimakterium di Dukuh Ngringin, Bangsri, Karangpandan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Dukuh Ngringin, Bangsri, Karangpandan direncanakan pada bulan Maret s/d Oktober 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memasuki usia perimenopause Dukuh Ngringin, Bangsri, Karangpandan sebanyak 33 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analis data yang digunakan Fisher's Exact Test. Dari hasil penelitian didapatkan nilai Asymp.Sig (1-sided) pada Fisher's Exact Test adalah sebesar 0,002. Karena nilai asymp.sig (1-sided) 0,002 < 0,005, maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan antara usia perimenopuase dengan kejadian hipertensi.
Copyrights © 2022