Penelitian ini menyelidiki perkembangan ilmu pengetahuan dalam konteks konsep rasionalisme dan empirisme. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai literature seperti buku, jurnal,web, makalah skripsi, dan dokumen lainnya dalam bentuk cetak maupun online. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua pendekatan ini telah mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan. Rasionalisme menganggap bahwa pengetahuan berasal dari akal pikiran, sedangkan empirisme menganggap pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan. Jika kita melihatnya dari perspektif sejarah, rasionalisme adalah doktrin filosofis yang kuat yang telah ada sejak zaman Yunani Kuno dan mencapai titik tertingginya pada abad ke-17 dan ke-18. Orang-orang hebat seperti Rene Descartes, Baruch Spinoza, dan Gottfried Leibniz berkontribusi banyak pada perkembangan rasionalisme. Sebaliknya, tokoh-tokoh seperti John Locke, George Berkeley, dan David Hume adalah pendahulu empirisme. Keduanya sering kali saling melengkapi dalam proses mengembangkan ilmu pengetahuan. Keduanya sangat penting untuk memperluas tentang pengetahuan dalam memahami tentang dunia di sekitar. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dipengaruhi oleh dua pendekatan filosofis rasionalisme dan empirisme. Pendekatan pertama berfokus pada awal pengetahuan dan cara manusia memperoleh pengetahuan, meskipun ada perbedaan pendapat di antara keduanya.
Copyrights © 2023