Dalam penelitian ini, model pembelajaran sosiokultural digunakan untuk meningkatkan kemampuan matematika di MIN 7 Kota Medan. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa. Dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menggunakan konsep kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan trianggulasi untuk menunjukkan nilai keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sosiokultural adalah salah satu model pembelajaran yang efektif dan menarik yang dapat membuat siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar matematika. Model ini dapat membuat siswa lebih memahami apa arti dan manfaat belajar matematika dalam kehidupan mereka. Dengan menerapkan model ini, siswa akan mengubah cara mereka melihat pelajaran matematika dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya.
Copyrights © 2023