Perceraian orang tua menjadi faktor penyebab remaja mengalami ketiadaan ayah. Ketiadaan ayah ini biasa dikenal dengan istilah fatherless. Fatherless dapat memberikan dampak bagi remaja akan cenderung merasa kesepian. Penelitian sebelumnya mengatakan, tidak semua individu akan mengalami kesepian jika mereka memiliki faktor pelindung, yakni resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh resiliensi terhadap kesepian pada remaja berstatus anak tunggal yang mengalami fatherless akibat perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan non eksperimental. Partisipan merupakan remaja fatherless dengan rentang usia 16-18 tahun, menjalani keseharian sebagai anak tunggal tanpa adanya peran seorang ayah, hanya dengan seorang ibu yang bekerja secara penuh, dan belum ataupun tidak menikah kembali. Skala yang digunakan adalah Resilience Connor-Davidson (CD-RISC) dan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang sudah diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh resiliensi terhadap kesepian pada remaja berstatus Anak Tunggal yang mengalami fatherless akibat perceraian sebesar 0.176 dengan nilai p = 0.000 < 0.05.
Copyrights © 2023