Pendidikan memiliki signifikan bagi seorang anak. Berbagai sekolah sering dijumpai adanya indikasi tindakan bullying seperti mengejek teman, mengucilkan teman, dan mengolok teman, dan lain-lain. Peran guru BK/konselor dihrapkan dapat memberikan bimbingan dan solusi bagi siswa yang terlibat bullying dengan cara megoptimalkan jenis-jenis layanan yang dibutuhkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya guru BK dalam mengatasi perilaku bullying di UPTD SMPN 1 Kec. Payakumbuh. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data ini melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian upaya guru BK dalam mengatasi perilaku bullying dengan menggunakan layanan bimbingan klasikal teknik sosiodrama, terdapat beberapa tahap diantaranya, tahap persiapan, tahap pelaksanaan sosiodrama, tahap diskusi dan pemecahan masalah, dan tahap evaluasi. Faktor pendukung: keaktifan siswa, penampilan permasalahan secara visual, rasa simpati dan empati, sarana dan prasarana, faktor penghambat: teknik dianggap sebagai hiburan oleh siswa, suasana kelas yang kurang kondusif dan alokasi waktu
Copyrights © 2024