Di antara penyebab tertinggalnya lembaga pendidikan Islam adalah keterbatasan sumber dana untuk pembiayaan operasional, sehingga minimnya dana tersebut berakibat pada sarana prasara yang minim pula dan pada akhirnya akan berakibat pada kualitas lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui administrasi keuangan pada lembaga pendidikan Islam, khususnya pada sumber dana, pengalokasian dan kendala yang dihadapi. Dalam konteks penelitian ini mengambil kasus di SDIT Al-Izhar Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber dana SDIT Al-Izhar berasal dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah), wali murid (SPP), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan celengan sedekah. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk gaji guru, pemenuhan fasilitas sarana prasarana pembelajaran, pengadaan alat permainan edukatif, kegiatan parenting pertemuan rutin antara guru dan orang tua peserta didik, dan publikasi berbagai kegiatan.
Copyrights © 2024