Problematika sosial anak putus sekolah merupakan masalah sosial yang masih banyak terjadi di Indonesia. Fenomena banyaknya anak putus sekolah dilatarbelakangi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika sosial yang dihadapi anak putus sekolah dan menganalisis upaya pemerintah untuk menimalisir angka anak putus sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari anak putus sekolah, keluarga anak putus sekolah, tokoh masyarakat, guru dimana anak tersebut putus sekolah dan teman sebaya anak putus sekolah. Kemudian teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan problematika sosial anak putus sekolah, 1) anak putus sekolah terlibat pergaulan yang tidak baik, 2) anak putus sekolah menjadi pekerja anak, 3) menikah diusia muda, 4) pandangan masyarakat sekitar dan teman anak putus sekolah. Kemudian upaya yang dilakukan pemerintah untuk menimalisir angka anak putus sekolah yaitu dengan pemberian bantuan kepada Masyarakat yang kurang mampu dan melibatkan anak putus sekolah dalam kegiatan desa.
Copyrights © 2024