Seorang bayi tergolong berat badan lahir rendah (BBLR) jika berat badan lahirnya kurang dari 2.500 gram, berapa pun usia kehamilannya. Anak BBLR memiliki riwayat gangguan perkembangan motorik kasar, antara lain ketidakmampuan berjalan, duduk, merangkak, bahkan berdiri, menurut data Puskesmas Totikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perkembangan motorik kasar dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Toticum. Dalam penyelidikan kuantitatif cross-sectional ini, 289 orang dari populasi dilibatkan; 74 di antaranya merupakan keseluruhan sampel, yang dipilih melalui proses seleksi acak bertingkat. Variabel terikat dalam analisis data adalah perkembangan motorik kasar yang diukur dengan uji chi-square, sedangkan variabel bebasnya adalah riwayat berat badan lahir rendah (BBLR). Lima puluh dua responden menunjukkan perkembangan motorik kasar yang normal, sedangkan 22 responden menunjukkan kelainan (mencurigakan). Hasilnya, 32 responden pernah menderita BBLR, sedangkan 42 responden belum pernah mengalaminya. Hubungan ini ditunjukkan oleh temuan uji chi-square analisis bivariat. Memiliki pengaruh 0,000
Copyrights © 2024