Selada batavia memiliki permintaan yang tinggi di Indonesia, namun produksi domestiknya masih belum mencukupi sehingga harus dilakukan impor. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan menyebabkan kerusakan tanah, sehingga pupuk organik cair (POC) dari ampas kopi diusulkan sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC ampas kopi dan interval waktu pemberian pupuk sebagai alternatif dalam meningkatkan produktivitas selada Batavia upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Penelitian ini dilakukan di lahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, serta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor utama: konsentrasi POC (150 ml/L, 200 ml/L, 250 ml/L, dan 300 ml/L) dan interval waktu pemberian (3, 6, dan 9 hari sekali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara P dan K, konsentrasi pupuk ampas kopi memengaruhi pertumbuhan tanaman, dengan konsentrasi optimal pada 200 ml/L. Interval waktu pemberian pupuk juga berpengaruh, dengan interval 6 hari sekali memberikan hasil terbaik. Meskipun variasi dalam pemberian pupuk tidak signifikan mempengaruhi indeks panen, indeks panen yang tinggi menunjukkan nilai ekonomis yang lebih baik untuk tanaman.
Copyrights © 2024