Studi ini menyelidiki bagaimana perubahan suhu pengeringan berdampak pada perubahan ukuran kristal pada kertas komposit silika-grafena-kitosan yang digunakan untuk memisahkan air dan minyak. Salah satu masalah yang dihadapi adalah limbah berminyak yang mencemari sumber air. Untuk memaksimalkan hidrofobisitas komposit tanpa mengorbankan integritasnya, suhu pengeringan yang ideal dicari. Metodenya adalah sintesis larutan komposit silika-kitosan-grafena dengan sol-gel, pelapisan kertas selulosa menggunakan pencelupan, lalu pengeringan pada 60°C, 80°C, 100°C, dan 120°C selama 15 menit. Karakterisasi XRD dilakukan untuk mengamati perubahan ukuran kristal. Hasil menunjukkan ukuran kristal silika dan kitosan meningkat pada 80°C, menurun pada 100°C, lalu meningkat pada 120°C yang mengindikasikan rekristalisasi dan perubahan stabilitas termal. Ukuran kristal grafena meningkat pada 80°C, stabil pada 100°C, dan sedikit menurun pada 120°C yang menunjukkan ketahanan termal lebih baik. Suhu pengeringan optimal dapat menghasilkan ukuran kristal dan hidrofobisitas komposit yang ideal untuk pemisahan air dan minyak secara efisien.
Copyrights © 2024