Sebagian besar kecelakaan kerja pada proyek konstruksi diakibatkan oleh tindakan tidak aman (unsafe action). Terkait dengan potensi kecelakaan tersebut, dilakukan beberapa upaya yang bersifat reaktif untuk mencegah dan menekan terjadinya kecelakaan kerja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor tindakan tidak aman (unsafe action) pekerja konstruksi yang berpengaruh terhadap kecelakaan kerja. Pendekatan kuantitatif deskriptif yang bersifat survey analitik (cross sectional) dan observasional. Data numerikal akan diolah menggunakan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap menjadi faktor dengan peringkat teratas yang dapat memengaruhi tindakan tidak aman berdasarkan faktor internal, dengan nilai faktor prioritas sebesar 0,1548, serta pengawasan safety officer menjadi faktor dengan peringkat teratas berdasarkan faktor eksternal, dengan nilai faktor prioritas sebesar 0,1844. Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan dan evaluasi terhadap kebijakan K3 yang berlaku, kinerja manajemen K3, serta kinerja pekerja agar terciptanya lingkungan kerja yang aman.
Copyrights © 2024