Pertahanan siber menjadi penting dalam menjaga keamanan nasional di era digital saat ini, di mana ancaman siber semakin kompleks dan sering kali menargetkan infrastruktur kritis. Untuk mengatasi tantangan ini, penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap efektivitas pertahanan siber, seperti infrastruktur teknologi, keahlian personel, dan kebijakan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh infrastruktur teknologi, keahlian personel, dan kebijakan keamanan terhadap efektivitas pertahanan siber TNI AL. Penelitian juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan pertahanan siber nasional. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data dari 50 responden yang merupakan personel TNI AL yang terlibat dalam keamanan siber. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur persepsi terhadap infrastruktur teknologi, keahlian personel, kebijakan keamanan, dan efektivitas pertahanan siber. Data dianalisis menggunakan teknik statistik seperti analisis regresi linier untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Infrastruktur teknologi menunjukkan korelasi positif yang signifikan (r = 0.62, p < 0.001) dengan efektivitas pertahanan siber, sementara keahlian personel (r = 0.58, p < 0.001) dan kebijakan keamanan (r = 0.70, p < 0.001) juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan efektivitas tersebut. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan (F = 12.1, p < 0.001), dengan variabel independen secara bersama-sama menjelaskan variasi dalam efektivitas pertahanan siber.
Copyrights © 2024