Pengembangan SDM, khususnya guru, melalui pelatihan yang terencana dan berkesinambungan, bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan efektivitas kerja mereka. Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 59 Jakarta, pelatihan guru diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas organisasi. Namun, pelatihan sering kali dilakukan hanya sebagai formalitas tanpa meningkatkan kemampuan nyata. Oleh karena itu, penting untuk mengukur pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kerja guru di sekolah ini, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja terhadap produktivitas kerja guru pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 59 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Terdapat pengaruh positif antara Pelatihan Kerja (X) terhadap produktivitas kerja guru (Y). Diperoleh dari nilai thitung untuk variabel Pelatihan Kerja (X) sebesar 6,298 sedangkan ttabel untuk n = 31 adalah sebesar 2,045. Jadi thitung lebih besar dari ttabel atau 6,298 > 2,045. Karena hipotesis dirumuskan jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima dan hasil ini terbukti bahwa thitung > ttabel artinya bahwa memang terdapat pengaruh yang positif antara Pelatihan Kerja (variabel X) terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (variabel Y). Sedangkan dan berdasarkan nilai R Square (Koefisien Determinasi) sebesar 0,578. Hal ini menunjukan bahwa sebesar 57,8% Pelatihan Kerja berpengaruh positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai sedangkan sisanya sebesar 42,2% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak teramati oleh penulis.
Copyrights © 2024