Pulau Hoga terletak di Taman Nasional Wakatobi, Indonesia, dikenal dengan terumbu karangnya yang indah, spesies laut beragam, dan ekosistem laut mendukung kegiatan pariwisata di pulau ini. Namun, pertumbuhan pariwisata dapat memiliki dampak negatif jika tidak dikelola dengan bijaksana. Beberapa dampak yang mungkin terjadi termasuk degradasi terumbu karang akibat aktivitas manusia, serta peningkatan sampah dan polusi. Metode penelitian kualitatif menggambarkan secara mendalam fenomena sosial, budaya, atau pengalaman seseorang. diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang keanekaragaman hayati bawah laut dan dampaknya terhadap pengembangan wisata berkelanjutan di Pulau Hoga. Perlindungan lingkungan menjadi tujuan utama penelitian ini, termasuk pengelolaan yang bijaksana terhadap jumlah wisatawan, penerapan praktik ramah lingkungan di fasilitas wisata, serta pemantauan terhadap kondisi lingkungan bawah laut. Dengan menjaga keanekaragaman hayati bawah laut dan menerapkan praktik wisata berkelanjutan, Pulau Hoga dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik sambil memastikan pelestarian lingkungan yang penting bagi masa depan generasi mendatang.
Copyrights © 2024