Penelitian ini dilatar belakangi bahwa masih ada permasalahan karakter tanggung jawab siswa kelas X di MAN 2 Kota Bukittinggai seperti: tidak mengerjakan tugas, datang terlambat, cabut, bolos tanpa alasan, dan melanggar aturan Madrasah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cara-cara di mana instruktur keyakinan moral dan instruktur bimbingan dan konseling bekerja sama untuk membantu siswanya berkembang menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Aqidah akhlak dan guru bimbingan dan konseling menjadi sumber informasi utama dalam penelitian ini, dengan kepala sekolah madrasah, siswa, dan guru kelas sebagai sumber pelengkap. Wawancara, observasi, dan menuliskan berbagai hal adalah cara pengumpulan data. Berdasarkan temuan penelitian ini, salah satu cara yang dilakukan oleh para pengajar aqidah moral dan pengajar bimbingan dan konseling untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa adalah ketika guru aqidah akhlak membantu guru dalam menjangkau siswa dan menentukan mana yang dapat memperoleh manfaat dari konseling dan bimbingan karakter tanggung jawabnya, setelah diidentifikasi siswa diberikan nasihat dan pemahaman oleh guru akidah akhlak, lalu jika tidak ada perubahan dialih-tangankan kepada guru BK untuk diberikan perlakuan dan pelayanan bimbingan konseling sesuai dengan tingkat permasalahan yang dihadapi siswa.
Copyrights © 2024