Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah perilaku kurang baik pada siswa, seperti kekerasan fisik dan rendahnya toleransi, yang menyebabkan bullying berbasis perbedaan karakter atau agama. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kurikulum pendidikan yang menekankan moderasi beragama. Meskipun SMPN 1 Bengkalis telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan berbagai karya siswa, terdapat kendala dalam internalisasi nilai moderasi beragama di aspek sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama di SMPN 1 Bengkalis dan apa faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama seperti tasamuh (toleransi), tawassuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), dan musyawarah diinternalisasikan melalui diskusi, penyelesaian masalah, dan musyawarah. Penghambat utama adalah kurangnya minat membaca dan pengawasan terhadap teknologi.
Copyrights © 2024