Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan salah satu jenis kerontokan rambut yang paling umum terjadi pada pria dan wanita. Faktor genetik dan hormonal telah diidentifikasi sebagai penyebab utama kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran hormon testosteron dalam AGA melalui pendekatan sistematis menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka kerja PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Penelitian telah menunjukkan bahwa faktor genetik dan hormonal, termasuk kadar testosteron dan konversinya menjadi dihidrotestosteron (DHT), berperan dalam patogenesis AGA. Meskipun hubungan langsung antara kadar hormon testosteron dan keparahan AGA belum selalu jelas, profil hormonal yang tidak normal, seperti kadar testosteron tinggi, dapat terkait dengan resistensi insulin dan keparahan AGA. Selain itu, studi genetik telah mengidentifikasi variasi genetik di sekitar gen yang mengodekan reseptor androgen dan estrogen sebagai faktor penting dalam kepekaan terhadap AGA. Artikel ini menyimpulkan bahwa hormon androgen, terutama testosteron, memainkan peran kunci dalam AGA, tetapi faktor genetik dan hormonal lain juga berperan penting dalam patogenesisnya.
Copyrights © 2024