Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pembiayaan UMKM dan pembiayaan bermasalah pada Bank Muamalat Indonesia. Metode. Jenis penelitian yang digunakan berupa studi pustaka atau library research dengan pendeketan kualitatif. Dengan content analysis sebagai teknik analisis data. Hasil. Pembiayaan UMKM pada Bank Muamalat Indonesia mengalami penurunan dimana pada tahun 2020 pembiayaan mencapai Rp 5,8 triliun, tahun 2021 sebesar Rp 3,1 triliun kemudian tahun 2022 mengalami penurunan senilai 19,53% atau Rp 2,6 triliun. Penurunan pembiayaan UMKM merupakan dampak dari covid-19 yang mengharuskan bank lebih selektif dalam melakukan pembiayaan dan juga adanya tantangan global sehingga menimbulkan resesi pada tahun 2023. Pembiayaan bermasalah tahun 2020-2022 bersifat fluktuatif. Presentase pembiayaan bermasalah tahun 2020 merupakan yang tertinggi yakni sebesar 3,95% sedangkan, tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 0,08%. Tahun 2022, presentase pembiayaan bermasalah adalah sebesar 0,86%. Implikasi. Diperlukan adanya informasi lebih rinci mengenai penyebab turunnya pembiayaan UMKM dan penyebab tingkat fluktuatif pembiayaan bermasalah yang lebih detail para pihak eksternal khususnya nasabah dapat mempertimbangkan keputusan yang akan diambil serta pihak manajerial dapat memperbaiki sistem manajemen Bank Muamalat Indonesia.
Copyrights © 2024