Tujuan dari artikel ini adalah untuk membebaskan penulisan kisah-kisah sejarah dari perspektif yang patriarkhis. Beberapa catatan sejarah kerap mengintimidasi identitas dan pengalaman perempuan sehingga mereka hanya berperan sebagai pemeran tambahan dalam sebuah cerita. Akan tetapi, beberapa tokoh perempuan berjasa dalam sejarah dan penulis sejarah harus mengakuinya. Penulis berupaya membebaskan kisah kepahlawanan dari bias patriarkhi dengan menggunakan kisah perempuan tanpa nama dalam teks 2 Samuel 20:14-22. Teks ini berisi kepahlawanan perempuan di kota Abel untuk menyelamatkan kota dari kepungan tentara Israel, sekaligus membunuh pemimpin pemberontak yang mengancam dinasti Daud. Analisis terhadap teks 2 Samuel 20:14-22 menggunakan hermeneutik feminis dari Elizabeth S. Fiorenza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tanpa nama berjasa besar dan layak menjadi pahlawan. Kecerdasannya membaca situasi pengepungan kota, keberaniannya mengambil inisiatif, dan kebijaksanaannya dalam bernegosiasi dengan Yoab dan penduduk kota Abel, membuat cerita berakhir tanpa peperangan. Implikasi dari kisah ini adalah perempuan seharusnya dibebaskan dari stigma domestikasi dan inferioritas agar perempuan dapat menjadi tokoh publik yang superior sebagaimana laki-laki. Pembebasan ini akan memberikan jalan bagi apresiasi dan penghormatan perempuan sebagai pahlawan.
Copyrights © 2024