Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa, masa dimana emosi tidak stabil sehingga terkadang perilaku yang ditunjukan dipengaruhi oleh emosi. Gejolak emosi yang terjadi pada masa remaja ini lah yang kemudian menjadi faktor penyebab terjadinya perilaku agresif di kalangan remaja oleh karena itu remaja perlu untuk memiliki kemampuan kontrol diri agar dapat mengendalikan diri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan perilaku agresif pada remaja awal. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunkan teknik stratified proportionate random sampling, sehingga diperoleh partisipan sebanyak 76 siswa dari 318 populasi remaja kelas 8 SMP Negeri 1 Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menggunakan skala perialku agresif dan juga skala kontrol diri. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Pada penelitian ini hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku agresif siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Konawe Selatan, dengan nilai r= -0,835. Signifikan negatif memiliki arti semakin tinggi kontrol diri remaja kelas 8 SMP Negeri 1 Konawe Selatan maka Semakin rendah perilaku agresif yang dilakukan begitu juga sebaliknya.
Copyrights © 2024