Berbagai penelitian membuktikan bahwa rendahnya konsumsi air putih pada anak sekolah dengan aktivitas yang banyak beresiko tinggi untuk mengalami kekurangan cairan tubuh yang dapat menyebakan dehidrasi hingga menimbulkan rasa lelah, menurunkan atensi atau konsentrasi belajar. Sebuah solusi yang ditawarkan berupa sosialisasi dan menggalakkan gerakan “AMIR” (Ayo Minum Air) yaitu memberikan pendidikan gizi dan kesehatan tentang penerapan pesan gizi seimbang untuk membiasakan membawa bekal air minum dari rumah serta minum air putih yang cukup dan aman. Mengajarkan pemeriksaan urin sendiri oleh anak dengan melakukan pengecekan sendiri warna urin secara sederhana untuk mengetahui status hidrasi melalui gerakan “Sadar PURI” di SMP Negeri 1 Indralaya, kabupaten Ogan Ilir. Menggunakan model kegiatan pemberdayaan masyarakat metode edukasi ceramah kreatif, diskusi dan perlombaan cerdas cermat menggunakan pola pendekatan pendidikan karakter. Untuk mengetahui pengaruh dari pemberian intervensi terhadap pengetahuan dari 80 peserta sebagai bentuk evaluasi maka diberikan pre test dan post test. Setelah dilakukan analisis data hasil tes menggunakan uji wilcoxon (p<0,05) diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi serta gerakan AMIR dan sadar PURI telah dilaksanakan dengan baik oleh anak sekolah sebagai upaya pencegahan dehidrasi. Diharapkan gerakan “AMIR” dan “sadar PURI” ini dapat dilaksanakan di sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024