Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Amir Movement (Let's Drink Water) and Sadar Puri (Check Your Own Urine) as Efforts to Prevent Dehydration in School Children: Gerakan Amir (Ayo Minum Air) Dan Sadar Puri (Periksa Urin Sendiri) Sebagai Upaya Pencegahan Dehidrasi Pada Anak Sekolah yuliarti, yuliarti; Maulina Sari, Desri; Razak, Rahmatila
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai penelitian membuktikan bahwa rendahnya konsumsi air putih pada anak sekolah dengan aktivitas yang banyak beresiko tinggi untuk mengalami kekurangan cairan tubuh yang dapat menyebakan dehidrasi hingga menimbulkan rasa lelah, menurunkan atensi atau konsentrasi belajar. Sebuah solusi yang ditawarkan berupa sosialisasi dan menggalakkan gerakan “AMIR” (Ayo Minum Air) yaitu memberikan pendidikan gizi dan kesehatan tentang penerapan pesan gizi seimbang untuk membiasakan membawa bekal air minum dari rumah serta minum air putih yang cukup dan aman. Mengajarkan pemeriksaan urin sendiri oleh anak dengan  melakukan pengecekan sendiri warna urin secara sederhana untuk mengetahui status hidrasi melalui gerakan “Sadar PURI” di SMP Negeri 1 Indralaya, kabupaten Ogan Ilir. Menggunakan model kegiatan pemberdayaan masyarakat metode edukasi ceramah kreatif, diskusi dan perlombaan cerdas cermat menggunakan pola pendekatan pendidikan karakter. Untuk mengetahui pengaruh dari pemberian intervensi terhadap pengetahuan dari 80 peserta sebagai bentuk evaluasi maka diberikan pre test dan  post test. Setelah dilakukan analisis data hasil tes menggunakan uji wilcoxon (p<0,05) diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi serta gerakan AMIR dan sadar PURI telah dilaksanakan dengan baik oleh anak sekolah sebagai upaya pencegahan dehidrasi. Diharapkan gerakan “AMIR” dan “sadar PURI” ini dapat dilaksanakan di sekolah secara berkelanjutan.
Asupan Energi, Kebiasaan Olahraga dan Status Gizi pada Remaja di Inderalaya: Energy Intake, Exercise Habits, and Nutritional Status among Adolescent in Inderalaya Maulina Sari, Desri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.151-157

Abstract

Tahap pertumbuhan remaja merupakan suatu fase dalam kehidupan manusia yang perlu perhatian serius. Hal ini dikarenakan masa remaja banyak terjadi perubahan, mulai dari fisik, sosial dan emosional. Asupan energi yang cukup dan kebiasaan olahraga yang rutin menjadi kunci perubahan yang baik. Namun hal tersebut sering luput dari perhatian remaja. Inderalaya merupakan sebuah kecamatan yang terletak tidak jauh dari ibukota provinsi. Pengaruh modernisasi membuat remaja yang tinggal di wilayah tersebut ikut merasakan dampaknya, baik dari segi pola makan maupun aktivitas fisk. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara asupan energi, kebiasaan olahraga dengan status gizi pada remaja di Inderalaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan disain cross-sectional. Jumlah subjek yang terlibat sebanyak 110 orang. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Inderalaya. Data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan software statistik SPSS vers.25 dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia subjek berada pada rentang 12 hingga 15 tahun. Subjek dengan jenis kelamin laki-laki (51,8%) terpilih sedikit lebih banyak dibandingkan subjek dengan jenis kelamin perempuan (48,2%). Asupan energi subjek sebagian besar termasuk defisit, sedangkan kebiasaan olahraga subjek termasuk kurang aktif. Status gizi subjek meskipun didominasi oleh status gizi normal (51,8%), namun proporsi gizi lebih juga memiliki persentase yang cukup tinggi (45,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan energi, kebiasaan olahraga dengan status gizi (p>0,05). Perlunya melibatkan variabel lain di masa mendatang untuk melihat determinan status gizi pada remaja. Saran penelitian ini, meskipun tidak ditemukan hubungan yang signifikan, subjek tetap perlu meluangkan waktu melakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi agar terhindar dari defisiensi zat gizi.
Literacy Program For The B2sa Food Consumption Movement (Various Nutritious, Balanced And Safe) Based On Local Wisdom: Literacy Program For The B2sa Food Consumption Movement (Various Nutritious, Balanced And Safe) Based On Local Wisdom Yuliarti, Yuliarti; Maulina Sari, Desri; Ermi, Nurmalia; Septa Prautami, Erike
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi salah satu aspek kunci  pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dalam pembangunan bangsa. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menyatakan salah satu faktor dominan penyebab masalah gizi anak adalah rendahnya asupan protein hewani. Padahal Indonesia dengan kekayaan alamnya memiliki potensi sumber daya protein hewani yang melimpah. Kabupaten Ogan ilir merupakan kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan yang wilayahnya 35% adalah perairan sungai dan rawa merupakan kearifan lokal sebagai potensi sumber daya protein hewani yaitu perikanan air tawar. Gerakan konsumsi pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) merupakan penganekaragaman pangan yaitu upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis potensi sumber daya lokal terutama dalam pemenuhan asupan gizi anak. kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan pemberdayan menggunakan metode penyuluhan dan media pendidikan gizi (M-PAZI) Bianglala, Spiner dan poster hasil karya mahasiswa prodi gizi FKM Unsri pada proyek matakuliah Pendidikan Gizi semester 4 tahun ajaran 2023-2024. Target sasaran kegiatan adalah 40 siswa/I kelas 5 SD Negeri 02 Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir dan orangtua siswa. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mensosialilasikan dan meningkatkan kemampuan literasi anak usia sekolah terkait gizi dalam mencegah masalah gizi pada anak sekolah di SD Negeri 02 Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir melalui gerakan konsumsi pangan B2SA. Program literasi gerakan konsumsi pangan B2SA berbasis  kearifan lokal di SD Negeri 2 Indralaya Utara bisa meningkatkan pengetahuan responden dan perubahan kebiasaan baik membawa bekal sehat sesuai isi piringku pedoman gizi seimbang berbahan pangan lokal yang bisa memenuhi kebutuhan gizi harian anak dan dapat mencegah terjadinya masalah gizi anak sekolah.
Identifikasi Pola Makan dan Skrining Status Gizi Anak Sekolah di SDN 129 Palembang Febry, Fatmalina; Misnaniarti, Misnaniarti; Ainy, Asmaripa; Etrawati, Fenny; Maulina Sari, Desri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13205

Abstract

Background: Primary school children need adequate nutrition to avoid deviations in growth and development. The imbalance between intake and nutritional adequacy will cause nutritional problems. This activity aims to determine elementary school children's diet, nutritional status, and knowledge about balanced nutrition. Methods: This service activity is integrated with the Food Consumption Assessment course of Nutrition Study Program students of the Faculty of Public Health Semester V. This activity participants were 5th-grade students of State Elementary School 129 Palembang, totaling 53 people. This activity was carried out in 3 stages: nutritional status screening, interviews related to food intake, and nutrition education. Results: Most of the students had underweight status 81.1% (weight-for-age) and normal nutritional status 69.8% (height-for-age) and 62.3% (BMI-for-age). Most students consumed incomplete meals (79.2%) and a deficit energy adequacy level (67.9%). There was an increase in knowledge at pretest (28.3%) and posttest (56.6%). Conclusion: There is an increase in student knowledge after being given education in the form of lectures and educational games with an additional average score of 8.49 points.