Lembaran Antropologi
Vol 3 No 1 (2024)

Mengembalikan Martabat Walang Sangit: Kajian Etnoekologi Pangan di Desa Sindukarto, Wonogiri

Umami, Fety Hikmatul (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2024

Abstract

Walang sangit sering dianggap sebagai serangga yang mengganggu keseimbangan proses pertanian padi dan menurunkan produktivitas padi. Tindakan yang dilakukan petani di Sindukarto dalam upaya mengurangi populasi walang sangit yaitu dengan melakukan penangkapan walang sangit untuk diolah menjadi makanan. Artikel ini akan membahas pengetahuan lokal petani Sindukarto mengenai pengolahan walang sangit menjadi makanan lokal. Artikel ini akan membahas 1) upaya pengendalian walang sangit di Desa Sindukarto; 2) proses pengolahan dan penyajian walang sangit; 3) alasan petani Sindukarto mengonsumsi walang sangit; dan 4) pandangan petani Sindukarto terhadap keberadaan walang sangit. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnoekologi untuk melihat sejauh mana kearifan lokal petani dapat membantu mengatasi suatu masalah yang ada di lingkungan sekitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, observasi partisipatif, dan wawancara. Analisis data yang dipilih yaitu analisis domain dan analisis taksonomi (Spradley 1997, 139). Artikel ini menggarisbawahi bahwa upaya tersebut merupakan kearifan lokal petani (local wisdom) dalam memanfaatkan walang sangit yang merugikan petani menjadi alternatif pangan lokal.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

LA

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Lembaran Anthropologi aims to promote academic discourses and anthropological analysis on the study of human relations, cultures, and societies in both Global North and Global South. This journal holds the core values of the Department of Anthropology, Universitas Gadjah Mada in advancing ...