Abstrak Pada studi ini diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna kendaraan pribadi untuk mendukung ataupun menolak diberlakukannya beberapai program kebijakan Manajemen Permintaan Transportasi (Transportation Demand Management Programs). Dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM), model penerimaan (acceptability model) diestimasi berdasarkan sampel yang diperoleh dari Jakarta, Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok (dengan ukuran sampel N = 691). Berbagai indeks ukuran kepatutan (fit measure indices) SEM menunjukkan bahwa struktur model dapat diterima untuk menjelaskan hubungan antar variabel-variabel laten maupun terukur yang digunakan. Interpretasi atas struktur model memberikan kesimpulan bahwa âpengetahuan subyektifâ, âtingkat efektivitas subyektif dalam mengurangi kemacetanâ, âakibat yang diduga akan menimpa diriâ, dan âtekanan sosial untuk mendukung program yang diusulkanâ merupakan faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi tingkat penerimaan pengguna kendaraan pribadi terhadap program Manajemen Permintaan Transportasi. Struktur model juga mengindikasikan peran penting âtekanan sosialâ dalam mempengaruhi âtingkat efektivitas subyektifâ, âakibat yang diduga akan menimpa diriâ, dan âkesediaan untuk mengurangi berkendaraan dan menggunakan moda alternatifâ. Selain itu, struktur model juga mendeteksi pengaruh âtingkat ketergantungan pada kendaraan pribadiâ terhadap kemungkinan seseorang merasa dirugikan oleh pemberlakuan kebijakan. Model juga mendeteksi bahwa tingkat ketergantungan pada mobil pribadi terbentuk dari faktor kebiasaan seseorang dalam menggunakan mobil dan tingkat pendapatan seseorang. Kata-kata kunci: model penerimaan, Manajemen Permintaan Transportasi (TDM), Structural Equation Modeling
Copyrights © 2005