Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada aspek pendidikan. Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi hal baru yang disertai kendala bagi sebagian orang, kondisi ini harus dirasakan oleh mahasiswa baru yang mengalami perubahan dan permasalahan pada tingkat awal perkuliahan, hal tersebut menjadi pemicu kecemasan. Beberapa penelitian sebelumnya diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan coping strategy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan coping strategy pada mahasiswa baru di Jakarta pada masa pandemi COVID-19. Partisipan penelitian ini terdiri dari 391 mahasiswa dengan rentang usia 18-25 tahun yang aktif menjalani perkuliahan jarak jauh. Alat ukur yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) dan Brief-COPE Scale. Pengambilan data menggunakan teknik sampling non-probability sampling dengan jenis penelitian yaitu kuantitatif non-eksperimental. Pengujian analisis menghasilkan bahwa (1) tidak terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan problem focused coping, (2) terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan emotional focused coping, dan (3) terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan avoidant coping. Ditemukan hasil terkait adanya perbedaan kecemasan berdasarkan jenis kelamin dan usia pada mahasiswa baru, hal tersebut dikarenakan mahasiswa baru berjenis kelamin perempuan lebih menekankan perasaan, beban, serta pandangan yang berasal dari orang sekitar dalam menghadapi permasalahan, sedangkan laki-laki dapat berpikir lebih logis, bersikap lebih tenang, dan tidak terlalu terpengaruh oleh pandangan orang sekitar. Kemudian, mahasiswa baru yang berusia lebih dewasa menunjukkan kematangan proses berpikir yang memungkinkan untuk menghadapi kecemasan.
Copyrights © 2022