Krisis karakter religious pada jenjang sekolah dasar membuat mereka kehilangan sopan santun terhadap orang yang lebih tua, serta minat untuk membaca Al-Qur’an juga berkurang, yang diyakini menyebabkan degradasi moral. Salah satu usaha untuk meningkatkan PPRA muatan religius yaitu melalui program tahfidz untuk siswa tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mengenai program tahfidz yang diselenggarakan di MI Miftahul Huda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, Teknik evaluasi ini menggunakan model CIPP untuk mengevaluasi implementasi program tahfidz di MI Miftahul Huda Jenu Tuban dalam mengembangkan profil PPRA. Data ini berasal dari dua sumber: data primer berasal dari guru tahfidz, siswa, dan kepala sekolah; dan informasi sekunder berasal dari dokumen lain yang terkait untuk melengkapi informasi primer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah dikumpulkan, informasi ini dideskripsikan dan kemudian dianalisis dalam tiga tahap: pengurangan data, penyampaian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini dilihat dari komponen produk adalah evaluasi program ngaji tahfidz di MI Miftahul Huda Jenu cukup efektif. Meskipun kegiatan program tahfidz berjalan dengan baik, terdapat aspek yang perlu adanya perbaikan secara berkala, seperti cara pembelajaran tahfidz dan alat yang dapat membantu siswa menghafal. Aspek kebutuhan dalam pelaksanaan program tahfidz sudah memenuhi kriteria baik, dilihat dari komponen input, pelaksanaan program tahfidz sudah termasuk dalam kategori terpenuhi, namun belum adanya dokumentasi tertulis.
Copyrights © 2024