SMK BAITUL ATIEQ menghadapi masalah kehadiran yang terlalu manual. Karena itu, presensi manual menyebabkan banyak masalah. Jika karyawan atau guru tidak terlihat di sekolah, tata usaha tidak mengabsen atau mengalfa kan karyawan atau guru yang tidak hadir. Salah satu masalah lain di SMK BAITUL ATIEQ adalah karyawan atau guru dapat mengirimkan SMS atau WhatsApp kepada tata usaha untuk mencatat kehadiran mereka. Meskipun tidak ada kendala apa pun, karyawan atau guru tersebut hanya menggunakan ketidakhadiran mereka sebagai alasan untuk tidak hadir. Selain itu, tidak dicatatnya waktu masuk dan keluar saat absen, yang menyebabkan aturan kerja tidak tertib dan merupakan contoh yang buruk bagi siswa saat guru terlambat masuk sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, SMK BAITUL ATIEQ memerlukan metode baru dan lebih canggih untuk melakukan presensi. Salah satu metode ini adalah melalui gadget. Sistem ini diharapkan dapat menggantikan presensi yang masih dilakukan secara manual. Dengan hadirnya sistem baru ini, setiap karyawan atau guru yang ingin melakukan presensi hanya perlu melakukannya melalui gadget mereka masing-masin. Dengan menggunakan algoritma haversine, sistem ini telah menghasilkan laporan presensi yang lengkap untuk setiap guru dan karyawan.
Copyrights © 2024