Stunting pada anak usia 0-24 bulan merupakan masalah kesehatan serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak. Masalah ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kualitas hidup dan potensi masa depan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan anak berisiko stunting pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan tenaga kesehatan dari puskesmas dan bidan setempat di wilayah kesehatan Puskesmas Puhjarak, serta di Posyandu Sidowarek. Sampel penelitian terdiri dari 30 anak, di mana 6 anak diidentifikasi berisiko stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti status gizi ibu selama kehamilan, pola asuh, akses terhadap layanan kesehatan, serta sanitasi lingkungan berperan signifikan terhadap kejadian stunting. Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi gizi ibu hamil dan anak, serta peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi gizi yang komprehensif dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting. Intervensi yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk menangani anak-anak yang berisiko stunting. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan program kesehatan untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia
Copyrights © 2024