Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya kemampuan komunikasi matematis dari mahasiswa yang masih rendah, faktor yang menyebabkan kemampuan komunikasi matematik rendah karena pembelajaran yang dilakukan di kelas terlalu monoton atau terpusat pada dosen, motivasi belajar yang masih rendah dari mahasiswa dan latar belakang jurusan asal sekolah yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk menganalisis peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari asal jurusan sekolah serta untuk mengetahui perbedaan motivasi yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau asal jurusan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif (mix method). Sampel yang dianalisis sebanyak 68 orang mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa tes uraian dan wawancara. Hasil tes uraian dianalisis untuk menentukan kemampuan komunikasi matematisnya dan hasil wawancara dianalisis untuk tingkat motivasi mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hasil kemampuan komunikasi matematis antara mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran SAVI lebih baik dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari asal jurusan sekolah serta terdapat perbedaan motivasi yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau asal jurusan sekolah.
Copyrights © 2023