Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara budaya organisasi dan motivasi karyawan di era digital, dengan menyoroti bagaimana budaya yang inklusif, kolaboratif, dan inovatif dapat meningkatkan motivasi intrinsik karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur sistematis. Data dikumpulkan dari berbagai literatur relevan dalam lima tahun terakhir, dianalisis menggunakan sintesis naratif dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait hubungan budaya organisasi dan motivasi karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang adaptif dan mendukung kolaborasi secara signifikan meningkatkan motivasi karyawan, terutama dalam konteks digitalisasi yang memungkinkan fleksibilitas dan responsivitas yang lebih tinggi. Sebaliknya, budaya hierarkis dan birokratis cenderung mengurangi motivasi karyawan karena kurangnya otonomi dan fleksibilitas. Digitalisasi ditemukan mempercepat perubahan budaya yang dapat mendukung motivasi melalui kolaborasi virtual dan akses informasi yang lebih baik, meskipun juga menimbulkan tantangan dalam mempertahankan keterlibatan sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya strategi manajemen yang efektif untuk membangun budaya organisasi yang mendukung adaptasi dan inovasi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan motivasi karyawan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari perubahan budaya dan digitalisasi terhadap motivasi karyawan melalui studi longitudinal.
Copyrights © 2024