Penelitian ini hendak memeriksa kesehatan mental mahasiswa akibat pandemi Covid-19, dan dampak terhadap religiositas mahasiswa. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan fenomenologi dan memanfaatkan kuesioner online. Hasil penelitian menemukan bahwa stress tidak mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap religiositas partisipan di tengah pandemi. Sebagian besar partisipan masih tetap memiliki religiositas yang baik di tengah pandemi. Hal ini dikarenakan pemahaman-pemahaman teologis partisipan yang diperoleh dari relasi yang terbangun dan sosialisasi keagamaan yang dilakukan oleh para pemuka agama, orang tua, pendidik keagamaan kepada partisipan yang kemudian diinternalisasikan sehingga membuat partisipan dapat mengelola pengalaman stress dan menjadikan pengalaman stress tersebut sebagai sebuah pembelajaran teologi. Kedua, temuan tersebut dapat menyeimbangkan dan meneguhkan kembali citra positif agama di ruang publik dalam hal dimensi fungsionalitas yang mencegah semakin memburuknya kesehatan mental daripada individu di tengah pandemi melalui pengelolaan dan penghayatan kembali berbagai ajaran keagamaan yang diterima dan diinternalisasikannya sehingga mampu menyeimbangkan antara kesehatan religiositas dan mental.
Copyrights © 2023