Yokom, Samuel Reinhard
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Decolonial Imagination of Christian Religious Education Based On Higher Order Thinking Skills and Its Contribution Towards the Development Strategy of Literacy-Numeracy Skill in Indonesia Yokom, Samuel Reinhard
DIDASKALIA : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Didaskalia:Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini hendak memaparkan seperti apa dan bagaimana pendidikan agama Kristen yang berbasis keterampilan berpikir taraf tinggi berdasarkan pengakomodasian filsafat eksistensialisme dalam konteks gereja, serta bagaimana kontribusinya terhadap pengembangan keterampilan literasi-numerasi naradidik secara lebih luas yang dimulai dari sekolah dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan memanfaatkan buku teks, artikel atau jurnal ilmiah, dsb sebagai data penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa pemikiran eksistensialisme sangat menekankan pada capaian pembelajaran yang berproses dan berorientasi pada (pencapaian) keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui penguatannya terhadap kreativitas naradidik sebagai dasar yang dibutuhkan bagi keterampilan kritis-kreatif menuju berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang sangat dibutuhkan dalam memberdayakan dan mengembangkan berbagai sumber daya untuk kesejahteraan bersama. Hal-hal demikian diperlukan dalam konteks pendidikan agama Kristen di era eksistensialis saat ini guna semakin menyeimbangkan penguatan keterampilan moral dan spiritual dengan keterampilan kognitif naradidik sehingga mampu berkontribusi terhadap keterampilan literasi-numerasi naradidik berupa literasi moral-etis yang bermuara pada keterampilan bersolidaritas.
Dampak Stress terhadap Religiositas Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19 Yokom, Samuel Reinhard
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i11.1910

Abstract

Penelitian ini hendak memeriksa kesehatan mental mahasiswa akibat pandemi Covid-19, dan dampak terhadap religiositas mahasiswa. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan fenomenologi dan memanfaatkan kuesioner online. Hasil penelitian menemukan bahwa stress tidak mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap religiositas partisipan di tengah pandemi. Sebagian besar partisipan masih tetap memiliki religiositas yang baik di tengah pandemi. Hal ini dikarenakan pemahaman-pemahaman teologis partisipan yang diperoleh dari relasi yang terbangun dan sosialisasi keagamaan yang dilakukan oleh para pemuka agama, orang tua, pendidik keagamaan kepada partisipan yang kemudian diinternalisasikan sehingga membuat partisipan dapat mengelola pengalaman stress dan menjadikan pengalaman stress tersebut sebagai sebuah pembelajaran teologi. Kedua, temuan tersebut dapat menyeimbangkan dan meneguhkan kembali citra positif agama di ruang publik dalam hal dimensi fungsionalitas yang mencegah semakin memburuknya kesehatan mental daripada individu di tengah pandemi melalui pengelolaan dan penghayatan kembali berbagai ajaran keagamaan yang diterima dan diinternalisasikannya sehingga mampu menyeimbangkan antara kesehatan religiositas dan mental.
IMPLIKASI ETIKA KRISTEN DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL ETIS-TEOLOGIS GEREJA Yokom, Samuel Reinhard
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 2 No 1 (2023): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61660/tep.v2i1.41

Abstract

Dengan adanya pandemi COVID-19 tidak dapat dipungkiri mengakibatkan semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan. Sehingga dengan demikian, berwirausaha dapat menjadi salah satu pilihan terakhir bagi sebagian orang guna mempertahankan kehidupan perekonomiannya. Akan tetapi jika ditinjau dari kacamata etis-teologis, maka kewirausahaan dalam praktiknya tidak jarang berpotensi mengabaikan prinsip-prinsip etis kemanusiaan. Dengan demikian, kewirausahaan dapat dikategorikan sebagai bagian kecil daripada sistem perekonomian yang bercirikan kapitalisme yang sangat amat berpotensi melahirkan berbagai ketidakadilan. Dalam situasi dan kondisi demikian, maka ide mengenai kewirausahaan sosial muncul sebagai reaksi terhadap kondisi sosial-ekonomi yang menindas. Namun meskipun demikian, kewirausahaan sosial juga tidak luput dari dimensi-dimensi tertentu yang bersifat negatif yang mana hal-hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai etis Kekristenan. Maka dari itu, dengan mempertimbangkan dimensi-dimensi tersebut, penulisan ini bertujuan untuk meninjau dan merekonstruksi kembali konsep kewirausahaan sosial secara teoritik berdasarkan implikasi daripada teori etika Kristen Reinhold Niebuhr guna membangun dan menawarkan pendidikan kewirausahaan sosial etis-teologis bagi gereja sebagai upaya untuk membantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di era kenormalan baru. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan kewirausahaan sosial etis-teologis gereja adalah pendidikan kewirausahaan yang menjadikan kasih dan fakta dosa sebagai ajaran tertinggi dan utama di dalam isi dan konten pembelajarannya yang melaluinya mampu menggugah kesadaran moral jemaat.