Meskipun agama dan negara melarang perilaku aborsi, praktik ini masih marak terjadi, termasuk di kalangan umat Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena aborsi dalam masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi penyebab tindakan aborsi dan model intervensi yang dapat ditawarkan kepada pelaku. Penelitian mencakup analisis undang-undang terkait aborsi, kenakalan remaja, serta penyebab dan solusi perilaku aborsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan aborsi beragam, termasuk masalah kesehatan, kondisi ekonomi yang sulit, pasangan yang tidak bertanggung jawab, dan penolakan keluarga. Berdasarkan temuan ini, penulis mengusulkan agar gereja meningkatkan penerimaan dan keterbukaan terhadap mereka yang terlibat dalam aborsi. Gereja harus menyambut dengan kasih, serta membimbing dan mengarahkan dengan penuh kerendahan hati, menyediakan dukungan yang holistik untuk membantu individu menghadapi tantangan yang mereka hadapi.
Copyrights © 2024