Model pelayanan Gereja sebaiknya di revitalisasikan setiap saat dengan mengikuti perkembangan zaman. Keprihatinan yang dirasakan oleh penulis terhadap model edukasi Gereja saat ini memberi dorongan untuk kemudian merangkai dalam sebuah tulisan dengan tujuan untuk mereinternalisasikan model-model edukasi gereja yang sesuai dengan nilai-nilai, karakteristik dan moral kebudayaan pada zaman dulu yang telah dipunahkan oleh modernisme zaman. Metode yang digunakan dalam karya tulis tersebut adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Kualitatif dikembangkan dalam studi kepustakaan dengan menggunakan literatur-literatur terpercaya. Teori yang digunakan dalam tulisan adalah tentang teori kebudayaan, gereja dan tradisi sosial. Fokus kajian terhadap Gereja Toraja Jemaat Batang Palli sebagai lokus utama dalam melakukan penelitian, bahwa memang realitas yang terjadi nilai dan kearifan lokal hanya dianggap sebagai anamnesis semata. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa Gereja Toraja Jemaat Batang Palli sehayoganya menjadi sentralisasi dalam konservatif nilai, norma dan kearifan yang telah dilupakan dalam budaya dengan cara perenungan, penerimaan dan merangkuh dengan penuh kasih dan cinta.
Copyrights © 2024