Generasi Z yang juga dikenal sebagai generasi digital native merupakan pengguna dominan media sosial secara global. Generasi ini memegang peranan yang signifikan dalam evolusi masyarakat ke depan, terutama sebagai generasi penerus di Indonesia. Bersamaan dengan itu media sosial telah menjadi alat yang sangat berguna bagi bisnis kecil, terutama dalam pemasaran digital dengan menggunakan orang-orang yang disebut sebagai influencer. Dalam penelitian pasar, bisnis dan organisasi semakin mempertimbangkan untuk menggunakan nano-influencers, yang memiliki kemampuan untuk mencapai dan memengaruhi pemangku kepentingan sulit dijangkau seperti kelompok yang ingin mempromosikan produk atau layanan tertentu. Oleh karena itu, personal branding menjadi bagian integral dalam membangun media sosial Instagram nano-influencers. Personal branding melalui Instagram merujuk pada usaha seseorang dalam membangun citra dan reputasi mereka sendiri di mata orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menggambarkan model personal branding nano-influencers Generasi Z di media sosial Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengalaman yang dimiliki oleh nano-influencers generasi Z yang merupakan pengguna media sosial Instagram dalam melakukan personal branding. Sedangkan objek penelitian ini adalah nano-influencers generasi Z. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara focus group discussion dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano-influencers generasi Z membuat konten yang relevan dan informasi untuk interaksi dengan audiens. Secara konsisten, mereka menampilkan kepribadian yang otentik, karakteristik yang unik, dan keahlian pribadi yang akhirnya menjadi personal branding. Branding tersebut pada akhirnya menghasilkan respons positif dari audiens followers maupun non-followers berupa labelling (cap) positif yang kuat serta konversi penjualan atas produk yang mereka promosikan. Globally, Generation Z—also referred to as the generation of digital natives—is the majority social media user. As the next generation in Indonesia, in particular, they will have a big impact on how society develops in the future. Simultaneously, social media has developed into a very helpful tool for small businesses, particularly when it comes to employing influencers for digital marketing. Businesses and organizations are increasingly thinking about utilizing nano-influencers in market research because they can reach and influence hard-to-reach stakeholders, like those that want to promote a specific commodity or service. Thus, developing personal branding is essential to creating Instagram nano-influencers on social media. Using Instagram, personal branding describes a person's efforts to develop their own reputation and image in the eyes of others. The purpose of this study is to examine and characterize the personal branding strategy used by Generation Z nano-influencers on Instagram. Qualitative research methodologies were used in this study. This study focuses on the experiences of Instagram users who are generation Z nano-influencers in terms of personal branding. In the meanwhile, the focus of this study is nano-influencers from generation Z. This study's data collection method includes both observation and focus group talks. The research results show that generation Z nano-influencers create relevant content and information for interaction with the audience. Consistently, they display authentic personalities, unique characteristics, and personal skills which ultimately become personal branding. This branding ultimately produces a positive response from the audience of followers and non-followers in the form of strong positive labelling as well as sales conversions for the products they promote.
Copyrights © 2024