Individu dengan usia 16 – 24 tahun merupakan kelompok dengan tingkat depresi tertinggi di Indonesia. Depresi terbukti memiliki dampak negatif bagi individu yang mengalaminya, sehingga perlu ditelusuri hal apa yang dapat menekan angka depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap depresi pada emerging adulthood dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 165 partisipan berusia 18-29 tahun di Jabodetabek. Instrumen yang digunakan yaitu Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan The Connor Davidson Resilience scale (CD-RISC). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa resiliensi berpengaruh secara signifikan terhadap depresi pada emerging adulthood. Resiliensi juga berpengaruh negatif terhadap depresi pada emerging adulthood. Semakin tinggi resiliensi maka semakin rendah depresi, dan semakin rendah resiliensi maka semakin tinggi depresi pada emerging adulthood. Oleh karena itu dengan adanya kaitan antara resiliensi dan penurunan tingkat depresi menjadikan individu harus melakukan upaya dalam mengembangkan resiliensinya dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat menimbulkan depresi pada masa transisi ini.
Copyrights © 2023