Tujuan penelitian ini ingin mengkaji mengenai upacara Rambu Solo’ yang lebih berfokus kepada tradisi mayat dipatadongkon yang ada di Kabupaten Mamasa Desa Orobua Kecamatan Sesenapadang, dan mendialogkan tradisi tersebut dengan Injil dalam agama Kristen. Tradisi dipatadongkon ini merupakan sebuah tradisi yang awalnya dilakukan oleh Aluk Todolo dan sampai saat ini masih dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang kualitatif, dengan melibatkan tehnik wawancara dan observasi. Telaah literatur juga digunakan dalam pengumpulan data ini dengan melakukan pengumpulan referensi berupa buku, jurnal yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa tradisi dipatadongkon ini dilakukan oleh masyarakat Desa Orobua, dulunya sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal serta mereka menganggap bahwa orang yang telah meninggal tersebut dapat memberikan keselamatan, memberikan berkat dan juga memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Namun, sampai sekarang ini sebagian dari masyarakat Desa Orobua masih ada yang percaya dengan hal yang demikian.Kata Kunci: Rambu Solo’, Dipatadongkon, Orobua
Copyrights © 2024