Bencana erupsinya gunung Semeru menyisakan duka yang mendalam. Terdapat kerugian fisik berupa hilangnya nyawa, bangunan, dan sumber mata pencaharian seperti ladang dan sawah. Selain itu, ada kerugian yang jarang diperhatikan, yaitu non-fisik berupa trauma yang dialami oleh korban, khususnya anak-anak. Trauma ini tidak dapat kita biarkan begitu saja karena dapat menggangu aktivitas mereka sehari-hari. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kegiatan Trauma Healing melalui media boneka yang dikhususkan untuk anak-anak korban erupsi Semeru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, didekati secara kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara teknis analisis data menggunakan display data dan triangulasi data. Temuan penelitian ini di antaranya; bahwa dampak psikis yang dialami oleh anak-anak di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang cukup berat. Itu sebabnya perlu diadakan kegiatan Trauma Healing untuk membantu menghilangkan rasa takut dan cemas akibat bencana tersebut. Tahapan-tahapannya harus dilakukan secara sistematis dan variatif, agar Trauma Healing memberikan dampak efektif. Dalam kegiatan ini membutuhkan support dari pemerintah setempat, terlebih saat kejadian erupsi tempat/posko tidak kondusif.
Copyrights © 2024