Saree : Research in Gender Studies
Vol. 6 No. 1 (2024): Saree: Research in Gender Studies

Kasus Jilbab Masya Amini : Dinamika Gerakan Feminisme di Negara Islam

Lingga, Musdiansyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2024

Abstract

The objective of this research is to examine how the Masya Amini Hijab case exemplifies the obstacles and complexities encountered by women fighting for their rights within an Islamic society. The analysis of several perspectives that arose from this situation, such as religious, political, and cultural views, was conducted using qualitative research methodologies. The research findings indicate that the Masya Amini Jilbab case sparked extensive debates concerning religious interpretation, societal norms, and women's rights. There is a clash between factions advocating for the individual's right to clothing freedom and factions prioritizing the preservation of traditional and religious values. Feminist groups in Islamic nations have intricate obstacles in reconciling religious beliefs with the ideas of gender equality. The findings of this study can offer additional understanding of the dynamics of the feminist movement in Islamic nations and emphasize the importance of cross-cultural discussion and comprehension in advancing gender equality. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kasus Masya Amini Hijab menunjukkan tantangan dan kesulitan yang dihadapi perempuan yang memperjuangkan hak-haknya di dalam tatanan masyarakat Islam. Analisis dari beberapa perspektif yang muncul dari situasi ini, seperti pandangan agama, politik, dan budaya, dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Jilbab Masya Amini memicu banyak perdebatan tentang interpretasi agama, norma masyarakat, dan hak-hak perempuan. Ada perselisihan antara kelompok yang mendukung kebebasan berpakaian individu dan kelompok yang mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama. Di negara-negara Islam, kelompok feminis menghadapi tantangan yang sulit untuk mendamaikan kepercayaan agama mereka dengan gagasan kesetaraan gender. Penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang gerakan feminis di negara-negara Islam dan menekankan betapa pentingnya memahami dan berbicara tentang hal-hal lintas budaya untuk memperjuangkan kesetaraan gender.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

saree

Publisher

Subject

Humanities Education Physics Social Sciences

Description

Saree dalam bahasa Aceh artinya rata, sejajar, dan setingkat. Kata Sare secara filosofis menggambarkan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Keseimbangan mengacu kepada kolaborasi peran antara laki-laki dan perempuan yang menekankan pada konsep keharmonisan dalam hubungan antara laki-laki dan ...