Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada dasarnya teknis Supervisi pada kurikulum merdeka belajar sama saja dengan supervisi pada umumnya. Merdeka belajar hanya sebuah spirit yang mendorong agar pembelajaran dilaksanakan secara merdeka, baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Konsep merdeka belajar ini dicanangkan oleh Nadiem Anwar Makariem, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang merupakan kebijakan baru untuk persoalan-persoalan dalam pendidikan di Indonesia. Merdeka Belajar adalah kebebasan dalam cara berpikir dan belajar. Di dalam era Society 5.0 di bidang pendidikan difokuskan dalam keahlian 4C yaitu keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, keterampilan bekerja sama atau berkolaborasi, dan keterampilan berkomunikasi. Selain keahlian ada pula kemampuan yang mengharuskan dimiliki pada era society 5.0 ini, yaitu kepemimpinan, literasi digital, komunikasi, kecerdasan emosional, kewirausahaan, pemecahan masalah, dan kerja tim.
Copyrights © 2024