Kolaborasi merupakan suatu kerjasama dengan dua pihak atau lebih dalam mengelola sumber daya yang sama, dimana jika dikerjakan akan sulit untuk dilakukan secara sepihak. Dengan adanya kolaborasi dapat mempermudah mengolah sumber daya serta juga mempercepat dalam mencapai tujuan bersama. Dalam penelitian ini sumber daya yang dikelola merupakan sumber daya hasil tangkapan laut diolah menjadi suatu produk makanan. Dalam penelitian kolaborasi ini melibatkan 3 pihak, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dunia Usaha dan Dunia Industri, dan Pelaku IKM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penghambat dalam kolaborasi DISPERINDAG, DUDI, dan Pelaku IKM dalam meningkatkan pemasaran hasil pengolahan ikan di Kecamatan XI Koto Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam menentukan informan untuk penelitian ini, peneliti menentukan berdasarkan orang orang yang langsung terlibat dalam permasalahan kolaborasi. Proses pengambilan data penelitian, peneliti menggunakan 3 tahap, yaitu melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi lalu peneliti melakukan analisa data dengan teknik triagulasi sumber data. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa terdapat beberapa hambatan dalam kolaborasi yang dilakukan oleh DISPERINDAG, DUDI, dan Pelaku IKM. Hambatan yang ditemukan dalam kolaborasi ini terdapat pada pelaku ikm, seperti keterbatasan modal, kurang partisipasi, kurang motivasi dan legalitas produk yang masih belum lengkap, sehingga pelaksanaan kolaborasi masih belum berjalan dengan optimal.
Copyrights © 2024