This Author published in this journals
All Journal Jurnal Iso
Dwi Putra, Puji
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Penghambat Kolaborasi DISPERINDAG, DUDI, dan Pelaku IKM Dalam Meningkatkan Pemasaran Hasil Pengolahan Ikan di Kabupaten Pesisir Selatan Dwi Putra, Puji; Eriyanti, Fitri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i1.1818

Abstract

Kolaborasi merupakan suatu kerjasama dengan dua pihak atau lebih dalam mengelola sumber daya yang sama, dimana jika dikerjakan akan sulit untuk dilakukan secara sepihak. Dengan adanya kolaborasi dapat mempermudah mengolah sumber daya serta juga mempercepat dalam mencapai tujuan bersama. Dalam penelitian ini sumber daya yang dikelola merupakan sumber daya hasil tangkapan laut diolah menjadi suatu produk makanan. Dalam penelitian kolaborasi ini melibatkan 3 pihak, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dunia Usaha dan Dunia Industri, dan Pelaku IKM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penghambat dalam kolaborasi DISPERINDAG, DUDI, dan Pelaku IKM dalam meningkatkan pemasaran hasil pengolahan ikan di Kecamatan XI Koto Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam menentukan informan untuk penelitian ini, peneliti menentukan berdasarkan orang orang yang langsung terlibat dalam permasalahan kolaborasi. Proses pengambilan data penelitian, peneliti menggunakan 3 tahap, yaitu melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi lalu peneliti melakukan analisa data dengan teknik triagulasi sumber data. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa terdapat beberapa hambatan dalam kolaborasi yang dilakukan oleh DISPERINDAG, DUDI, dan Pelaku IKM. Hambatan yang ditemukan dalam kolaborasi ini terdapat pada pelaku ikm, seperti keterbatasan modal, kurang partisipasi, kurang motivasi dan legalitas produk yang masih belum lengkap, sehingga pelaksanaan kolaborasi masih belum berjalan dengan optimal.