Stunting merupakan kondisi anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO, yang disebabkan kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama (kronik), menyebabkan ham batan dalam mencapai potensi fisik dan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting, sehingga dapat mengatasi berbagai masalah terkait dengan stunting. Model pembuatan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prototypi dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Selain itu juga menggunakan metode pre test dan poss test. Hasil penelitian adalah, terjadi penurunan angka stunting dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 di angka 24%, pada tahun 2022 turun menjadi 17,1%, dan di bulan februari 2023 mencapai 15,66%. Data di wilayah Nusa Tenggara Barat menunjukkan angka stunting tahun 2021 sebesar 19,23%, menurun dibandingkan tahun 2020 sebesar 24,73%. Pada tahun 2022 semakin turun menjadi 16,8%.
Copyrights © 2024