ATPD (Acute Transient Psychotic Disorder) adalah sejenis sindrom psikotik dengan serangan akut dan perjalanan penyakit yang singkat, biasanya berlangsung kurang dari 3 bulan. Salah satu gejala yang sering muncul dari gangguan jiwa yaitu halusinasi. Penanganan halusinasi dapat dilakukan dengan terapi non farmakologi dan terapi farmakologi. Pada terapi non farmakologi dapat dilakukannya terapi Psikoreligius: Dzikir. Terapi Psikoreligius: Dzikir berdampak positif untuk mengurangi tanda gejala pada pasien halusinasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penerapan intervensi terapi Psikoreligius: Dzikir terhadap halusinasi pendengaran dan penglihatan pada pasien acute transient psychotic disorder. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tahapan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Partisipan penelitian ini adalah satu pasien dengan Acute Transient Psychotic Disorder, yang telah bersedia menjadi responden danĀ mengikuti semua rangkaian dari pengkajian hingga evaluasi. Hasil penelitian kasus ini menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi Psikoreligius: Dzikir selama 8 kali pertemuan selama 10-20 menit gejala halusinasi pasien sudah menurun seperti kontak mata pasien (+) dan intensitas berbicara sendiri sudah berkurang. Kesimpulan penelitian ini yaitu intervensi terapi Psikoreligius: Dzikir terbukti efektif untuk menurunkan gejala halusinasi pada pasien acute transient psychotic disorder.
Copyrights © 2024