Pekerja di industri batik memiliki resiko terhadap paparan timbal terkandung pada bahan yang digunakan dalam industri batik. Paparan timbal yang terus menerus tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan Kesehatan dan mempengaruhi indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar timbal dalam darah dan nilai indeks massa tubuh para pekerja industri batik. Penelitian ini dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan metode purposive sampling, didapatkan 24 responden yang memenuhi kriteria dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa kadar timbal dalam darah 24 responden yang diperiksa rerata pada ambang batas normal CDC (Center for Disease Control and Prevention) yaitu <10 µg/dL, dengan kadar timbal tertinggi yaitu 4,89 µg/dL dan terendah 0,03 µg/dL. Hasil pemeriksaan indeks massa tubuh pada pekerja industri batik memiliki 16% kurang dari normal, 56% normal dan 28% lebih dari normal. Kadar timbal pada para pekerja industri batik di desa banaran masih berada pada ambang batas normal menurut CDC, dan mayoritas pekerja industri batik memiliki nilai indeks massa tubuh yang normal.
Copyrights © 2024